Bener2 sedih kemaren, tenang2 gue gak nangis kok..Belom sampe segithu desperadonya kok..Emmm alesan pertama gue sedih adalah Santi..Bener2 gak nyangka kalo harus berakhir saat ini, seperti ini..Gara2 ProDi sampah yang ganti aturan mereka seenak jidatnya. Maaf juga buat anak2 kalo gue kemaren bales smsnya rada ngeselin, really sorry..Sebenernya gue juga pengen ngelakuin sesuatu, Du..Tapi gue bener2 gak kepikiran jalan apapun untuk bantu dia menghindari semua ini. Yang dalam otak gue sekarang cuman bagaimana ngasih Santi kenangan terakhir yang terindah mengenai Bandung, ITB, temen2nya, and in the end kita semua..Dan akhirnya harus ngerelain dan doain yang terbaik buat Santi, saat ini bener2 belom terpikir apapun yang bisa buat ProDi ngubah keputusan itu, i’ll try to think about it..
This is for u, San:
Persahabatan
Ketika suatu saat kita terdiam
Kita terhilang dari dunia kita
Dan rasakan siapakah kita ini
Mencoba untuk mencari celah
Dalam kesendirian kita merenung
Dalam angan sunyi tak terganggu
Ketika semua telah pergi tinggalkan
Dan mengempaskan kita jauh
Maukah kita bercermin kini
Siapa yang ada di samping kita
Yang terus menggandeng kita erat
Dan tak mengukir luka yang sama
Dapatkah kita sadari dapatkah
Jika air mata mengalir jatuh
Dan tangis ini menjadi-jadi
Siapakah yang menyediakan bahunya
Jika kita marah padanya bahkan
Ia menahan diri dan tetap tersenyum
Memaafkan segala yang kita lakukan
Walau hatinya teriris pedih
Jika kita menjerit tersiksa
Ia memeluk kita erat sekali
Dan suaranya yang jelek nan butut
Entah mengapa membuat senyum
Namun jika suatu saat ia memanggil
Adakah kita di sampingnya
Namun jika suatu saat ia menangis
Datangkah kita padanya
Well, masalah berikutnya adalah diri gue sendiri.
And this is for me:
Tak Layakkah Aku?
Kusadari mungkin diriku hina
Tak pantas menerima kasihmu
Namun tak pernah diriku mengerti
Arti tiap senyum yang kau beri
Kuhempas dalam kegalauan
Meraba dalam kelamnya gelap
Oh sungguh ku telah berhenti berharap
Namun ku tak kan berhenti mencintamu
Dalam khayalku kita bergenggaman
Dalam mimpiku kita bersama
Namun tak dapatku wujudkan semua
Karena semua hanyalah mimpi
Sungguh kutak mampu
Jika memberi harap dan tinggalkan diriku
Sungguh kutak dapat
Untuk terus terbang dalam angin tak tentu arah
Ku coba untuk terus tegar
Kucoba lalui semua ini
Kukuatkan hatiku
Dan kutegakkan lagi kepalaku
Namun tetap kau yang mengisi hatiku
Dan terus terngiang dalam kepalaku
Tahukah betapa diriku mencintaimu kasih
Tak layakkah ku untuk kau cintai…
Tak layakkah ku untuk kau miliki…
Ketika semuanya ini berlalu, aku berharap bahwa kau memelukku erat. Begitu erat hingga aku bisa merasakan hatimu, karena cinta tidak dapat diukur dengan logika karena itulah mengapa tidak ada kata atau kalimat yang bisa mendefinisikan cinta secara tepat, kata-kata hanya dapat merumuskan apa yang ada di dalam pikiran kita, sedangkan cinta hanya dapat didefinisikan dengan laku dan hatimu.
Kita tidak akan pernah bisa mendefinisikan rasa sayang, rasa kangen, ingin terus menerus memberi, terus berkorban, yang ada dalam cinta. Pada akhirnya jika mungkin semua itu tidak berbalas, kita tidak akan menyesalinya. Coz love isn’t made to be kept in your heart, love isn’t love, until you give it away.
Saat ini bener-bener gak tahu apa yang akan terjadi..Tapi aku tahu aku bisa dan harus bisa bertahan. Bertahan untuk dirimu..Share your burden with me coz i’ll know nothing if u don’t let me in.
Love u and really don’t wanna lose u now..