Google Joke hahaha
Saturday, April 21st, 2007–Go to Google.com
–Click on Maps.
–Click on get Directions.
–From New York, New York.
–To Paris, France.
–And read line # 24.
–Go to Google.com
–Click on Maps.
–Click on get Directions.
–From New York, New York.
–To Paris, France.
–And read line # 24.
Seorang pemain profesional bertanding
dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja
membuat pukulan yang bagus sekali yang
jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia
berjalan di fairway, ia mendapati
bolanya masuk ke dalam sebuah kantong
kertas pembungkus makanan yang mungkin
dibuang sembarangan oleh salah seorang
penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola
itu dengan baik?
Sesuai dengan peraturan turnamen, jika
ia mengeluarkan bola dari kantong kertas
itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi
kalau ia memukul bola bersama-sama
dengan kantong kertas itu, ia tidak akan
bisa memukul dengan baik. Salah-salah,
ia mendapatkan skor yang lebih buruk
lagi. Apa yang harus dilakukannya?
Banyak pemain mengalami hal serupa.
Hampir seluruhnya memilih untuk
mengeluarkan bola dari kantong kertas
itu dan menerima hukuman. Setelah itu
mereka bekerja keras sampai ke akhir
turnamen untuk menutup hukuman tadi.
Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir
tidak ada, pemain yang memukul bola
bersama kantong kertas itu. Resikonya
terlalu besar.
Namun, pemain profesional kita kali ini
tidak memilih satu di antara dua
kemungkinan itu. Tiba-tiba ia merogoh
sesuatu dari saku celananya dan
mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia
menyalakan satu batang korek api dan
membakar kantong kertas itu. Ketika
kantong kertas itu habis terbakar, ia
memilih tongkat yang tepat, membidik
sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola
terpukul dan jatuh persis di dekat
lobang di lapangan hijau. Bravo! Dia
tidak terkena hukuman dan tetap bisa
mempertahankan posisinya.
Ada orang yang menganggap kesulitan
sebagai hukuman, dan memilih untuk
menerima hukuman itu. Ada yang mengambil
resiko untuk melakukan kesalahan bersama
kesulitan itu. Namun, sedikit sekali
yang bisa berpikir kreatif untuk
menghilangkan kesulitan itu dan
menggapai kemenangan.
Aku menyendiri
Berpikir siapakah diriku
Aku pun merenung
Tertegun dan berkaca
Apa yang telah kulewati bersama
Apa yang telah kurasakan
Apakah semua ini hanya semuku
Dan hanya angan semata dariku
Ku menilik menoleh ke belakang
Dan menemukan diriku entah di mana
Garis yang kubuat dahulu merancu
Waktu yang kurangkai kini menerpaku
Apakah aku kini siapa dan bagaimana
Aku tak mampu menebaknya
Aku tak mau untuk meramalnya
Kusedih, kubahagia
Entah bagaimana hati ini
Aku pun usai berkata-kata
Karena seakan asing wicaraku
Ku ingin memeluk dirimu erat
Menggandeng tanganmu mesra
Namun tak kutemukan senyumnya
Karena waktu berpaling dariku
Ketika semua ini membuat ku gundah
Ketika aku pun menjerit racau
Akankah kutemukan dirimu dalam hati ini
Akankah aku membanggakan dirimu
Aku lelah aku lelah akan waktu
Aku benci benci akan diriku
Mampukan kumengubah apa yang ada padaku
Mampukan ku bertahan dan jadi terbaik
Mampukan ku bangkit dan mencinta
Mampukan ku setia dan terus bertahan…