Archive for June, 2007

Wednesday, June 6th, 2007
Another great story I wanna share with u all…

Written by Jack
 


Monday, 21 May 2007

Ingatkah engkau ketika dahulu engkau mulai belajar berjalan? Ketika
engkau mulai melangkahkan kakimu setapak demi setapak? Ingatkah engkau,
ketika engkau pertama kali memandang segala sesuatu dari kakimu yang
mungil? Segala sesuatunya terasa begitu jauh dan tak terjangkau oleh
tangan-tangan mungilmu. Kaki kursi maupun kaki bangku seakan-akan
tongkat untuk menahanmu tetap berdiri.

Di bawah meja makan merupakan tempat favoritmu, meja makan cukup
untuk menudungi kepalamu. Kau menengadah ke atas dan melihat
lampu-lampu indah, kau takjub dan kagum melihatnya, lalu kau
mengulurkan tanganmu untuk menjangkaunya. Tapi kau tak sanggup. Segala
sesuatu nampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi tangan dan kaki
mungilmu yang berusaha untuk menggapainya.

Lalu kau mendengar
sebuah suara memanggilmu. Kau mencari berkeliling dengan
tertatih-tatih, tapi kau tidak menemukannya. Suara itu memanggilmu
lagi. Kau semakin penasaran dan menjejakkan kakimu ke lantai
cepat-cepat untuk mencari sumber suara itu. Tangan dan kaki kecilmu
berusaha menjaga keseimbanganmu ketika kau berlari untuk menemukan
siapa yang memanggilmu.

Suara yang begitu lembut, suara yang kau
tahu berasal dari orang yang mengasihimu. Suara yang sama terdengar
memanggilmu lagi, kau memandang sekelilingmu sekali lagi, tapi kau
tetap tidak menemukan suara itu. Yang aku lihat disekitarmu hanyalah
mainan mobil-mobilanmu yang berserakkan, 4 buah kaki kursi, sebuah
balon, beberapa buah buku, krayon dan nah akhirnya, tampat favoritmu
meja makan.

Kau berlari dan dan melonggok ke bawah meja makan,
kalo-kalo sumber suara itu berasal dari sana. Dan kau mendengar suara
itu sekali lagi, disertai dengan tawa yang lembut.

"Kemana kau mencari anakku? Lihat aku ada diatasmu."

Kau
pun mendongakkan kepalamu dan melihat sumber suara itu. Ibumu berdiri
di hadapanmu dan tersenyum melihatmu. Kau pun tersenyum dan berpikir
"Hei, lihat aku dapat menemukanmu."

Lalu kau mengulurkan tangan
mungilmu, mencoba mengapainya. Mencoba menciumnya, mencoba memegang
tangannya. Namun, aduhhh!!! tanganmu tidak dapat mencapainya.

Tiba-tiba
Ibumu terasa begitu jauh darimu. Ia berdiri menjulang tinggi dan tak
dapat kau raih. Kau mulai kecewa dan menangis. Kau menginginkan
ibumu!!! Kau ingin menciumnya, memgang pipinya, kau ingin menarik
rambutnya. Kau menginginkan ibumu, tapi kau tidak dapat mencapainya …
Ibumu terasa begitu jauh.

Dan tiba-tiba kau merasa tubuhmu
terangkat. Ada sepasang tangan yang memegang pinggang kecilmu. Kau
melihat ibumu tersenyum dan berkata, "Nah, aku menemukanmu!" Kau
mengapai dengan tanganmu, dan HEI lihat, sorakmu kau bisa memegang
pipinya. Ia tertawa ketika tangan-tanganmu memegang pipinya. Bahkan
ketika salah satu tanganmu menarik rambutnya … Ia tertawa dan ia
menarik kau mendekat kepadanya dan mencium pipimu. Kau tertawa
kesenangan. Akhirnya kau bisa meraih ibumu. Oh tidak, akhirnya ibumu
bisa meraihmu dan mendekapmu.

Berapa sering kita merasa bahwa
Tuhan jauh dan tidak terjangkau bagi tangan-tangan kita? Atau mungkin
kita ingin sekali menjangkaunya tapi … upsss, tanganmu kurang
panjang. Kaki-kakimu kurang tinggi untuk dapat menjangkaunya.

Pernahkah
ketika kita merasa bahwa Tuhan jauh dari kita, kita berpikir dan
membayangkan diri kita seperti anak kecil dengan pandangan yang serba
terbatas sehingga kita tidak bisa melihat bahwa sesungguhnya kita ada
dibawah kaki-Nya!!! Kita ada kurang dari 10 cm dari hadapan-Nya.
Pandangan kita sangat terbatas. Tidak seperti pandangan-Nya!!! Pada
pandangan-Nya kita begitu dekat, sehingga tangan-tangan-Nya bisa
menjangkau dan menarik kita mendekat pada-Nya.

Bagi-Nya kita
begitu dekat, sehingga bunyi nafas kita pun terdengar oleh-Nya. Ketika
Ia menundukkan kepala-Nya, ada kita di dekat kaki-Nya. Ia tersenyum dan
tertawa ketika melihatmu mencari-cari-Nya, padahal kau ada di dekat
kaki-Nya. Dan akhirnya, ia mengangkat pingangmu, membawamu naik untuk
dapat menciummu. Untuk membiarkanmu memegang pipi-Nya, untuk
membiarkanmu menarik rambut-Nya. Ia ada dekat sekali denganmu. Yang kau
perlukan hanyalah menjulurkan tanganmu keatas, menengadahkan kepalamu,
dan Ia akan mengangkatmu ke atas. Ia akan membungkuk dan mengulurkan
tangan-Nya.

Jika kau merasa begitu jauh dari-Nya, INGAT KAU ADA DIDEKAT KAKINYA!

~ Elia Stories

Don’t Write Nicko Off…just yet…

Friday, June 1st, 2007

Dalam hampa hariku kini
Kumengingat ceria senyummu
Dalam dingin malamku kini
Ku mengingat hangat pelukanmu

Ketika kukunjungi suatu tempat
Yang terpikir hanyalah dirimu
Bagaimana dulu kita bersama
Habiskan waktu di tempat itu

Semua kenangan itu menyiksaku
Entah mengapa semua hati kuberi
Semua senyumku tuk bersembunyi
Dalam kesedihan yang menyiksa

Harapku untuk kaupun mengerti
Namun sungguh kau tak berpaling

Ketika hati ini menjerit perih
Semua peluk yang berakhir
Dahulu kau menggandeng mesra
Kini yang ada hanyalah kenangan

Dalam setiap album terkumpulkan
Tawa yang dulu kita miliki
Mengapakah semua berubah secepat
Dan kita kini mengais menghindar

Apakah yang telah kulakukan
Hingga kukehilangan engkau
Apakah kutelah membiru
Apakah kutelah terbujur kaku

Entahlah masih kuberharap
Akan datang keajaiban
Entahlah masih kumenjerit
Mengingat semua tentangmu

Dalam hatiku masih mencintamu
Dalam jiwaku masih menyayangimu
Dalam anganku masih memelukmu
Oh, Tuhan tolonglah hambamu…

Apapun yang terjadi, kuatkanlah aku
Aku menanti sebuah kejelasan…
Apapun yang terjadi, tegarkanlah diriku
Aku dalam akhir penantian…